[Flutter][0] Pengenalan dan Kesan Singkat

Hello, this is my website. Find all information about website design, website programming, HTML, CSS, Javascript, Jquery, Angular, Flutter, Plugin, Mockup, Mysql, Database, etc.

Tips & Trick



Card image cap
Friday, 25 Jan 2019

Hello world,

Hari ini saya ingin membahas tentang sebuah framework hybrid yang bisa diterapkan untuk Android dan IOS, yaitu Flutter. Flutter adalah framework yang dikembangkan oleh Google dengan bahasa pemrograman Dart. Bisa dilihat dari susunan filenya terdiri dari file '.dart'. Dirilis pertama kali pada 2017 lalu dengan versi alpha dan untuk saat ini Flutter sudah masuk ke versi Stable 1.0 pada tahun 2018 lalu. Disebutkan dalam wikipedia, versi pertama Flutter dikenal sebagai "Sky" dan berjalan pada sistem operasi Android. 

Nah yang mau saya bahas di sini adalah sedikit mengenai penggunaannya. Sebelumnya kita mungkin sudah mengetahui beberapa framework hybrid lain seperti Ionic, Xamarin, React Native dll. Dari semua yang saya sebutkan tadi saya belum pernah mencoba mempelajari sampai bisa hehe. Saya memang sedikit males kalau harus memperlajari bahasa-bahasa baru. Tetapi untuk Flutter kebetulan saya diminta teman untuk mempelajarinya. Memang tetap males, karena biasanya saya agak kesulitan kalau untuk memahami framework tertentu. Anehnya saya bisa memahami dengan mudah pola dari Flutter. Jadi bisa saya simpulkan framework Flutter sangat mudah digunakan (karena bisa mudah dipahami oleh saya yang enggak pinter-pinter amat). 

Oke untuk penggunaan Flutter kita bisa lihat di website resminya yaitu https://flutter.io. Flutter sendiri sudah menggunakan theme material design dimana hasil dari desain kita akan sangat Google banget. Tapi kalau mau mengubah temanya sih bisa-bisa saja dengan style kalian sendiri. Untuk cara instalasinya nanti akan saya bahas di artikel selanjutnya. Di dalam Flutter kita akan menggunakan Widget-widget untuk membangun UI dan prosesnya. Mungkin bisa saya gambarkan kalian akan seperti membuat website saat menggunakan Flutter. Atau mungkin lebih tepatnya seperti javascript. Ya itu sih pendapat saya. Mungkin yang lain akan berpendapat lain.haha

import 'package:flutter/material.dart';

void main() => runApp(MyApp());

class MyApp extends StatelessWidget {
  @override
  Widget build(BuildContext context) {
    return MaterialApp(
      title: 'Welcome to Flutter',
      home: Scaffold(
        appBar: AppBar(
          title: Text('Welcome to Flutter'),
        ),
        body: Center(
          child: Text('Hello World'),
        ),
      ),
    );
  }
}

Contoh code flutter

Selama saya mempelajari Flutter ini saya sudah menggunakan banyak jenis widget dengan fungsi yang berbeda-beda. Seperti widget untuk menyusun UI, function, async, google maps, geolocation, scheduler dll. Selebihnya masih saya coba-coba.   

Mungkin itu saya cerita singkat dari saya. Nanti akan saya lanjutkan di artikel selanjutnya untuk instalasi dan cara penggunaannya. Yoi sampai jumpa di artikel selanjutnya. :)